10-mourinho-benitez

Montserrat Seara mengatakan suaminya sudah menghabiskan banyak waktu dalam karirnya membereskan kekacauan yang dibuat Mourinho, tetapi bos Chelsea ini, yang tidak aneh lagi dengan perselisihan antara manajer ini, tidak menerima candaan itu baik-baik.

Dia merespons: “Wanita itu sedikit kebingungan, dengan segala hormat. Saya tidak tertawa. Dia bingung karena suaminya pindah ke Chelsea menggantikan Roberto Di Matteo dan dia pindah ke Real Madrid menggantikan Carlo Ancelotti. Satu-satunya klub yang digantikan suaminya adalah ketika di Inter Milan, di mana dalam enam bulan dia menghancurkan tim terbaik di Eropa saat itu.”

Ini bukan kali pertama keduanya perang kata-kata.

“Anda bisa mengatakan hakim garis yang mencetak gol. Itu gol yang datang dari bulan atau dari tribun Anfield Roads.” Mourinho setelah gol kontroversial Luis Garcia membantu Liverpool menyingkirkan Chelsae dari semi final Liga Champions 2005.

Chelsea kembali bertemu dengan Liverpool di fase grup Liga Champions 2006, tetapi memori kekalahan Anfield masih menyakitkan Mourinho. “Mereka tidak mencetak gol di laga semi final menghadapi kami tetapi kami terima mereka mengalahkan kami.”

Cukup buat Benitez setelah Chelsea menahan imbang Liverpool 0-0 di pertandingan pertama grup mereka. “Buat saya, Arsenal bermain lebih baik. Mereka memenangkan pertandingan dan enak dilihat. Barcelona dan Milan juga. Mereka memberikan hiburan sehingga bagaimana anda bisa mengatakan Chelsea tim terbaik di dunia?”

Mourinho menderita kekalahan di semi final 2006 menghadapi Liverpool, tetapi kali ini di ajang FA Cup. Bos Chelsea ini enggan menerima kekalahn tersebut dan menolak berjabat tangan dengan Benitez. “Apakah tim terbaik menang? Saya pikir tidak. Dalam satu pertandingan mereka mungkin akan mengejutkan saya dan mereka bisa melakukannya. Di Liga Primer jarak kedua tim 45 angka dalam dua musim.”

Setahun kemudian, rivalitas berlanjut dengan Benitez mengomentari tentang julukan ‘Special One’ April 2007. “Kami punya ‘spesial one’ di sini (Anfield), mereka adalah fan skami, yang selalu bermain dengan hati mereka.”